أَنَا مَدِينَةُ الْعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا،
فَمَنْ أَرَادَ الْعِلْمَ فَلْيَأْتِ الْبَابَ
Artificial Intelligence Literacy and Innovation Institute (ALII)
Institut Literasi & Inovasi Kecerdasan Buatan





AI yang Berlandaskan Etika
dan Nilai Islam
Kemajuan kecerdasan buatan membawa perubahan besar dalam pola belajar, penelitian, dan interaksi manusia. Namun, kecanggihan teknologi harus selalu dikendalikan oleh nilai luhur agar tidak menyimpang dari tujuan kemanusiaan. ALII hadir sebagai pelopor di UIN Jakarta untuk memastikan pemanfaatan AI berjalan dengan penuh integritas.
Membangun Ekosistem AI
yang Inklusif
ALII mendorong terciptanya lingkungan yang memudahkan seluruh civitas akademika untuk berkreasi, meningkatkan literasi digital, dan menghasilkan inovasi keilmuan. Melalui kolaborasi, riset, dan edukasi berkelanjutan, ALII menuntun masyarakat menuju masa depan yang maju secara teknologi dan luhur secara akhlak.
AI Bermakna, Masa Depan Berdaya, Mari Berkolaborasi!
ALII mendorong terciptanya lingkungan yang memudahkan seluruh civitas akademika untuk berkreasi, meningkatkan literasi digital, dan menghasilkan inovasi keilmuan. Melalui kolaborasi, riset, dan edukasi berkelanjutan, ALII menuntun masyarakat menuju masa depan yang maju secara teknologi dan luhur secara akhlak.

Antara data dan dzikir, ALII UIN Jakarta menyulam kecerdasan buatan dengan nilai Islam, merajut teknologi dan spiritualitas.
Diantara data dan dzikir, ALII UIN Jakarta menyulam kecerdasan buatan dengan nilai Islam, merajut teknologi dan spiritualitas. Fokus pada literasi kecerdasan buatan.

ALII Ecosystem
for Islamic AI
Experience the future of Islamic AI with our comprehensive suite of automated tools. We build beautiful products that bridge the gap between extraordinary talent and visionary teams.
Talent Scout
Smart Filter
Onboarding Pro
Skill Matcher
Global Reach
Team Sync
Recruit Flow
Asset Manager
Insight Panel
Network Hub
Candidate Portal
Job Engine
Resume Parser
Analytics Core
Sambutan DirekturArtificial Intelligence Literacy & Innovation Institute (ALII),
UIN Jakarta

"Teknologi adalah pelayan yang bermanfaat jika dikendalikan, namun berbahaya jika dijadikan tuan. AI harus menjadi sahabat dalam belajar, bukan pengganti berpikir, dengan integritas sebagai kompas dan ridha Allah sebagai tujuan akhir."

Khodijah Hulliyah., M.si., Ph.D.
Direktur ALII UIN Jakarta
AI adalah alat, bukan pemilik kecerdasan manusia dan ilmu adalah amanah
Di hadapan kita, berdiri teknologi Generative AI Large Language Models ChatGPT, Claude, Gemini yang begitu cerdas hingga mampu menulis, berpikir, bahkan menjawab pertanyaan yang rumit sekalipun. Namun, izinkanlah saya bertanya: apakah kecerdasan itu milik kita, atau hanya pinjaman yang kita klaim sebagai milik sendiri? Rasulullah SAW mengajarkan, “Sampaikanlah ilmu walau satu ayat.” Ilmu dari manapun sumbernya, dari siapapun gurunya, bahkan dari mesin adalah amanah. Dan amanah itu harus kita sampaikan dengan jujur, tanpa menyembunyikan kebenaran. Kepada mahasiswa tercinta AI adalah cermin yang memantulkan apa yang kita tanyakan, tetapi bukan jiwa yang berpikir untuk kita. Jangan biarkan teknologi ini mencuri kesempatan kalian untuk jatuh, bangkit, dan belajar dari proses itu sendiri. Kecerdasan sejati bukan tentang jawaban instan, tetapi tentang perjalanan menemukan jawaban itu. Kepada para dosen dan pendidik Kalian adalah mercusuar dalam lautan informasi yang kian gelap. Tunjukkanlah bagaimana menggunakan teknologi dengan hati nurani, bukan hanya kepintaran teknis. Kebijakan ini bukan sekadar aturan di atas kertas. Ini adalah komitmen kita bersama—bahwa di tengah arus deras teknologi, integritas tetap menjadi kompas, dan Islam tetap menjadi cahaya. Ingatlah: teknologi adalah hamba yang baik, tetapi tuan yang buruk. Mari kita jadikan AI sebagai sahabat dalam belajar, bukan pengganti dalam berpikir. Mari kita raih prestasi dengan cara yang membuat Allah ridha, bukan dengan cara yang membuat kita malu di hadapan-Nya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Trusted by the world's best teams